You are currently viewing Perubahan Gaya Berbelanja di Masa Pandemi, Ini Cara Raup Untung Besar!

Perubahan Gaya Berbelanja di Masa Pandemi, Ini Cara Raup Untung Besar!

Pandemi COVID-19 memberi dampak besar pada perubahan gaya berbelanja global. Semakin banyak orang yang beralih ke jual beli online, berbanding lurus dengan meningkatnya jumlah online shop yang ada. Dengan mewabahnya situs jual beli online di Tanah Air, Ecomobi akan menjelaskan bagaimana cara terbaik untuk meraup untung besar dari perubahan ini.

Perkembangan online shop di masa COVID

Ekonomi digital merupakan salah satu penyelamat di masa pandemi COVID-19. Dimana sebagian besar negara memberlakukan lockdown dan pembatasan sosial, sehingga pusat perbelanjaan maupun toko offline seakan tak bernyawa. Inilah yang membuat penjual mulai beralih ke dunia maya dan sosial media.

Online shop mengalami perkembangan besar-besaran selama krisis COVID-19. Dilansir dari berbagai sumber, sekitar 67% konsumen mengungkapkan bahwa mereka berbelanja menggunakan online shop dibandingkan dengan toko offline.

Perkembangan ini juga berdampak pada perubahan perilaku penjual dan penyedia layanan. Tidak hanya dengan mendukung lebih banyak penjualan secara daring, tapi kamu bisa menemukan banyak aplikasi baru yang diluncurkan untuk mengakomodasi perpindahan pembeli ke ranah online. Berikut beberapa kesimpulan yang didapatkan menurut Bigcommerce:

1. Perubahan perilaku konsumen

Dilansir dari FISIP UI, disebutkan bahwa banyak perubahan perilaku konsumen yang menyebutkan perbedaan antara gaya berbelanja sebelum dan pada saat pandemi. Yang pertama terlihat dari semakin sedikit pengunjung yang berbelanja langsung ke mall.


Hampir 30% bisnis berpindah ke jual beli digital

Hampir 30% bisnis berpindah ke jual beli digital

Selain itu, perubahan lainnya terlihat dari peningkatan yang signifikan dari perilaku pembelian di e-Commerce. Begitu pula dengan semakin banyak pelaku pasar yang beralih ke e-Commerce untuk memasarkan dagangannya, seperti aksesori mobil, home and living, serta produk kebugaran dan fitness.

2. Loyalitas semakin rendah

Untuk berbagai alasan, loyalitas konsumen terhadap merek mulai berguguran. eMarketer mengungkapkan bahwa pada pertengahan 2021, lebih dari 80% konsumen dilaporkan membeli merek yang berbeda dibandingkan produk yang mereka beli biasanya.

Tren ini disebut telah berjalan sejak awal pandemi. Sebagian besar alasan yang dikeluarkan yaitu harga produk lain lebih rendah (65%) dan produk yang mereka inginkan kehabisan stok (51%). Bisa dibilang, pandemi turut berdampak pada produksi yang berantakan.

3. Pembayaran cashless

Pembatasan sosial, sekaligus virus yang bisa menyebar cepat dengan sentuhan atau perpindahan benda membuat pembayaran cashless melonjak gila-gilaan selama pandemi. Bagi orang-orang yang masih ingin berbelanja langsung ke toko, menggunakan pembayaran nirsentuh semakin bergejolak.


Pembayaran cashless pun semakin bertumbuh

Pembayaran cashless pun semakin bertumbuh

eMarketer melaporkan bahwa jumlah orang secara global yang menggunakan pembayaran seluler jarak dekat pada tahun 2020 tumbuh 22,2% dari tahun ke tahun. Ini didukung oleh semakin banyaknya aplikasi yang menggunakan pembayaran cashless.

4. Protokol kesehatan

Sementara beberapa pembeli beralih ke perdagangan digital, perubahan lainnya yang terlihat adalah semakin banyak perusahaan yang menyediakan opsi penjemputan atau pengiriman langsung ke rumah. Baik itu dari perusahaan besar sampai dengan toko menengah.


Semakin banyak perusahaan yang menyediakan layanan pengantaran

Di Indonesia, situs jual beli online semakin mewabah. Gojek dan Grab memiliki banyak permintaan. Bahkan online shop Shopee yang sebelumnya hanya menawarkan pembelian produk maupun pembayaran akhirnya membuka opsi pengiriman makanan dengan nama Shopee Food.

5. Berbelanja di media sosial

Beberapa platform media sosial memanfaatkan permintaan jual beli yang berpindah ke dunia digital yang semakin tinggi dengan menambahkan lebih banyak fitur jual beli. Ini memungkinkan pembeli dari penjual online berpartisipasi untuk menelusuri dan membeli produk tanpa harus meninggalkan platform.

Platform sosial media biasanya terintegrasi dengan platform e-commerce sehingga mereka yang berada di e-commerce dapat dengan mudah mempromosikan produk mereka di banyak tempat. Pada tahun 2020, jual beli di media sosial mencapai 3,4% dari total penjualan e-commerce. Dan persentase itu diperkirakan akan terus meningkat.

Masa depan berbelanja

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, perubahan perbelanjaan ke ranah digital digadang-gadang akan menjadi bagian penting dari masa depan berbelanja. Bukan hanya secara global, tapi merambah ke kota-kota kecil di Indonesia.

Selain itu, sosial media tidak lagi hanya menjadi tempat untuk berbagi informasi semata. Perubahan gaya berbelanja di masa pandemi juga membuat sosial media berubah. Terlihat dari semakin banyaknya platform sosial media yang menyediakan bagian khusus untuk jual beli.

Jika e-commerce saat ini memuncak dengan memberikan berbagai diskon menarik, tak menutup kemungkinan pembeli akan berpindah untuk membeli barang-barang yang bisa ditemukan di sosial media, seperti Instagram, TikTok, maupun Facebook.

Online shop dan Affiliate Marketing

Perubahan yang signifikan dari perilaku berbelanja konsumen di seluruh dunia, khususnya di Indonesia, tentu saja membuka ladang pendapatan baru. Bagi kamu yang ingin memiliki pendapatan tambahan, kamu bisa beralih ke penjualan di online shop dan affiliate marketing, termasuk berjualan di sosial media.

Mayoritas generasi milenial dan gen Z berpikir adalah platform media sosial merupakan tempat yang lebih baik untuk melihat produk baru dibandingkan mencari secara online. Begitu pula dengan kehadiran online shop terbaik yang akan membantu kamu mendapatkan segala hal yang kamu cari.

Tapi berjualan di online shop bukan hanya satu-satunya cara untuk meraup keuntungan besar. Cara lainnya yang tak kalah menggiurkan adalah dengan mengikuti affiliate marketing. Affiliate marketing sendiri merupakan sebuah usaha yang kamu lakukan untuk mempromosikan barang. Nantinya, kamu akan mendapatkan komisi sesuai dengan seberapa banyak barang tersebut terjual.


Kamu bisa membesarkan akun kamu sekaligus mendapatkan uang dari affiliate marketing

Namun yang membuat affiliate marketing lebih menguntungkan adalah kamu tidak perlu membuat toko atau mendistribusikan barang. Tugas kamu hanya mempromosikan produk tersebut. Dan salah satu platform affiliate marketing terbaik dan terpercaya yang bisa kamu ikuti adalah Ecomobi.

Ecomobi menawarkan segala kemudahan yang diberikan oleh e-commerce maupun platform sosial media bagi kamu yang ingin mendapatkan penghasilan tambahan. Tak perlu buat toko online untuk bisa ikut serta, karena kamu bisa mempromosikan berbagai produk dari berbagai brand dengan mudah dan tanpa ribet.

Bagi kamu yang baru saja masuk dan belum mengerti banyak tentang affiliate marketing, tim profesional Ecomobi akan memberikan bantuan dan menjawab segala pertanyaan kamu. Didukung dengan segala kemudahan dari fitur-fitur yang akan membantu kamu meningkatkan potensi produk yang kamu promosikan terjual, masuki bisnis affiliate marketing akan lebih mudah dengan Ecomobi.

Leave a Reply